Selamat Datang

Blog ini dibuat sebagai tanda cinta kami kepada dunia pertambangan Indonesia. Sebagai seorang mahasiswa Teknik Pertambangan saya juga sangat butuh blog semacam ini untuk menyimpan berbagai macam materi kuliah dari kampus.

Dan 'Blog Pertambangan' ini pun akan saya dedikasikan untuk teman-teman teknik pertambangan di seluruh Indonesia. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua demi kemajuan dunia pertambangan Indonesia.

Senin, 04 Oktober 2010

Proses-Proses Dalam Pembentukan Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari hasil pembekuan magma/lava atau hasil kristalisasi dari mineral dalam bentuk agregrasi yang saling interlocking. Sedangkan magma adalah cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah bersifat mudah bergerak (mobile) bersuhu antara 900°c - 1100°c dan berasal atau berbentuk pada kerak bumi bagian bawah hingga selubung bumi bagian atas, sedang magma yang meleleh keluar dipermukaan bumi disebut lava.

Proses-proses dalam pembentukan batuan beku, adalah:

a. Difrensiasi magma
Difrensiasi magma yaitu proses pemisahan magma homogen dalam
fraksi-fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda akibat pengaruh antara lain:
  • Migrasi ion-ion atau molekuk-molekul di dalam mgma
  • Perpindahan gas-gas
  • Pemisahan cairan magma dengan cairan magma lain
  • Filterpressing adalah pemindahan cairan sisa kemagma lain.
Difrensiasi magma terjadi selama proses pembekuan magma dimana kristal-kristal terbentuk tidak bersamaan (reaksi bowen series), akan terjadi pemisahan-pemisahan antara kristal dengan cairan magma disebut diferensiasi magma.

Dalam ukuran kristalisasi pada reaksi bowen series menunjukkan bahwa mineral-mineral berat (bersifat basa) akan mengkristal lebih dahulu dan turun ke bawah sehingga terjadi pemisahan dalam magma, dimana magma basa bagian bawah dan magma asam seakan-akan mengapung di atas magma basa. Pemisahan ini disebut difrensiasi gravitasi.

b. Asimilasi
Asimilasi adalah reaksi atau peralutan antara magma dengan batuan sekitarnya (wall rocks). Umumnya terjadi pada intruksi magma basa terhadap magma asam, contoh intruksi dari reaksi ini adalah intruksi magma gabbroid dengan batuan granitik terbentuk batuan beku diorit (intermediate).

c. Proses Pencampuran dari Magma
Batuan vulkanik dan intruksi dangkal dapat dihasilkan oleh campuran dari sebagian kristalisasi magma, contoh basal andesit, riolit terjadi oleh pergantian erupsi yang cepat dari suatu lubang kepundan. Biasanya pada batuan ini ditemukan fenokris dan soning plagiakias yang kaya akan Ca pada intinya.

Selasa, 28 September 2010

Ilmu Ukur Tanah

Ilmu ukur tanah adalah bagian rendah dari ilmu yang lebih luas yang dinamakan Ilmu Geodesi. Ilmu Geodesi mempunyai dua maksud:
  • maksud ilmiah: menentukan bentuk permukaan bumi
  • maksud praktis: membuat bayangan yang dinamakan
Dalam hal ini kita hanya akan membahas maksud kedua yang praktis, jadi maksudnya untuk membuat peta. Maksud ini dicapai dengan melakukan pengukuran-pengukuran di atas permukaan bumi yang mempunyai bentuk tidak beraturan, karena adanya gunung-gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang curam. Pengukuran-pengukuran dibagi dalam pengukuran yang mendatar untuk mendapatkan hubungan mendatar titik-titik yang diukur di atas permukaan bumi dan pengukuran-pengukuran tegak guna mendapat hubungan tegak antara titik-titik yang diukur.

Untuk memindahkan keadaan dari permukaan bumi yang tidak beraturan dan yang melengkung pula ke bidang peta yang datar, diperlukan bidang perantara yang dipilih sedemikian, hingga pemindahan keadaan itu dapat dilakukan dengan semudah-mudahnya.

Sebagai bidang perantara dapat diambil:
  • bidang elipsoide bila luas daerah lebih besar dari 5500 km2. Elipsoide ini didapat dengan memutar suatu elips dengan sumbu kecilnya sebagai sunbu putar. Elips dari Bessel mempunyai sumbu besar a = 6377.397 m, dan sumbu kecil b = 6356.078 m;
  • bidang bulatan untuk luas yang mempunyai ukuran terbesar kurang dari 100 km. Jari-jari bulatan ini dipilih sedemikian, sehingga bulatan menyinggung permukaan bumi di titik tengah daerah;
  • bidang datar, bila daerah mempunyai ukuran terbesar tidak melebihi 55 km (kira-kira 10 jam jalan)